Kamis, 12 April 2012

Tips Sehat Untuk Pekerja Shift Malam

Lagi-lagi saya harus terbangun di malam hari untuk bekerja, ugh malas! Di saat orang lain tertidur lelap, saya justru harus memulai pekerjaan di sebuah perusahaan manufaktur. Gak hanya saya saja siy yang melakukan aktifitas di malam hari, tapi juga mereka yang bekerja sebagai tenaga medis, karyawan hotel, atau wartawan. Profesi seperti ini menuntut kami untuk bekerja di luar jam kerja normal, nine to five. Ketika harus menjalani shift malam, saya terpaksa menggunakan waktu tidur untuk bekerja dan sebaliknya, waktu normal bekerja justru saya pakai untuk tidur. 

Menurut dr. Hrayr Attarian, Kepala tenaga medis di Fletcher Allen Health Care, Vermont, AS, gak jauh berbeda dari mesin, secara biologis tubuh perlu waktu itirahat. Ibarat mesin yang terus menerus digunakan tanpa henti, otomatis lama kelamaan onderdil mesin, atau dalam hal ini organ-organ tubuh akan soak. Pada malam hari, tingkat metabolisme tubuh menurun. Pada waktu ini tubuh melakukan pembuangan zat-zat beracun (detoksifikasi) di bagian sistem antibodi. Karena itu, sebaiknya pada jam-jam tersebut tubuh beristirahat. Jika mengabaikan tidur malam atau sering begadang dapat megacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna tersebut. Sehingga berdampak buruk bagi kesehatan. 

Kalau sudah begitu, penyakit atau gangguan kesehatan yang rentan menyerang pekerja malam antara lain: 

1. Masuk angin 
Kurangnya waktu tidur di malam hari, bias membuat daya tahan tubuh merosot. Jika kondisi tersebut  dibarengi paparan angin malam, masuk angin menjadi penyakit langganan. 


2. Flu 
Saat stamina tubuh sedang gak fit, menyebabkan rentan terkena flu, karena disebabkan virus. 


3. Infeksi gangguan sistem pernapasan 
Hawa dingin angin malam bisa menyebabkan gangguan kesehatan paru-paru. Khususnya penderita alergi udara dingin, akan gampang terkena bronchitis dan asma. 


4. Liver atau Hepatitis A 
Hal ini disebabkan orang yang aktif di malam hari, fungsi hatinya dpicu untuk bekerja lebih cepat sehingga detoksifikasi tubuh lebih tinggi. Akibatnya tubuh mudah drop. 


5. Gangguan pencernaan 
Sistem pencernaan relatif tidak aktif pada malam hari. Jika anda mengonsumsi makanan sembarang bisa memicu masalah pencernaan seperti gangguan lambung dan diare. 


6. Gangguan kesehatan jantung 
Makin malam bekerja jantung lebih keras. Ketika Anda tidur, jantung juga beristirahat dan bekerja lebih lambat. Ketika Anda bekerja malam, jantung juga ikut bekerja dan terus memompa darah ke dalam tubuh. 

Agar penyakit langganan itu gak mampir di tubuh Anda, perhatikan hal berikut: 


1. Kurangi kopi 
Memang, minuman satu ini bisa jadi obat penghalau kantuk yang paling ampuh. Tapi, kafein dalam kopi justru bisa meningkatkan risiko gastritis alias gangguan lambung. Gantilah kopi dengan air putih atau teh. 


2. Makan cukup sebelum dan pada saat lembur. 
Kalau sedang diet, sebaiknya hentikan saja dulu. Sebab, kerja ekstra memerlukan tenaga tambahan, yang bisa didapat dari nutrisi makanan. Perbanyak makan buah-buahan dan sayuran, agar asupan serat tercukupi. 


3. Konsumsi suplemen atau multivitamin. 
Tujuannya untuk meningkatkan daya tahan tubuh, antioksidan, dan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Disarankan agar mengonsumsi yang alami seperti herbal. Madu adalah pilihan yang paling baik dan aman. 


4. Waktu istirahat yang cukup. 
Ketika jam biologis tubuh harus terpaksa dibalik, orang yang begadang otomatis harus mengganti jam istirahatnya di waktu yang lain. Sempatkan tidur sebentar sebelum tugas malam. Dengan demikian, stamina akan tetap terjaga meski harus terjaga semalam suntuk. 


5. Olahraga teratur untuk menjaga kebugaran. 
Tidak harus jenis olahraga tertentu, yang penting bergerak secara aktif, seperti jalan kaki dan naik tangga. 

Jadi, tetap semangat untuk Anda (..dan Saya juga..) yang memiliki rutinitas kerja di malam hari. \(^.*)/

0 komentar:

Poskan Komentar